Meetchange: Situs Jejaring Sosial Pertama Untuk Sektor Publik

s2-meetchange

Meetchange membantu dinas pemerintah dari level kementerian hingga desa, divisi tanggung jawab sosial perusahaan, inovator sosial, dan organisasi masyarakat sipil untuk saling terhubung dan saling membantu dalam menjalankan program masing-masing.

Meetchange nmemfasilitasi distribusi dana, transfer teknologi, asistensi keahlian, dan bantuan spesifik lainnya dalam rangka melayani masyarakat dan menciptakan dunia yang lebih baik.

1. Kolaborasi dengan Siapa Saja
Pilih mitra kolaborasi terpercaya sesuai dengan kebutuhan inisiatif dan program non-profit Anda

2. Kesempatan Pendanaan Tak Terbatas
Temukan mitra pendanaan yang menyediakan hibah triliunan rupiah dari seluruh Indonesia

3. Bangun sustainability brand Anda
dapatkan kepercayaan dari pelaku sektor publik lainnya dengan kapabilitas dan inisiatif yang telah Anda lakukan

Pendaftaran Ajang Kompetisi Young Social Entrepreneurs (YSE) 2016 Telah Dibuka

so

JAKARTA – Pendaftaran ajang kompetisi wirausaha sosial muda tahunan Young Social Entrepreneurs (YSE) 2016 telah dibuka dan siap menjaring innovator bidang sosial yang terbaik dari dunia, termasuk dari Indonesia.

“Pendaftaran untuk Young Social Entrepreneurs 2016 telah dibuka, silahkan klik www.sif.org.sg/yseapply untuk mendaftar,” demikian disampaikan Singapore International Foundation (SIF) dalam rilisnya, Senin (26/10/2015) malam.

Sebelumnya, dalam ajang YSE 2015 yang ditutup pada Jumat (23/10) lalu, empat tim wirausaha dari Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang. Keempatnya yakni Ecodoe, Osiris, STARTIC dan WateROAM menyisihkan total 31 tim dari seluruh dunia.

Disamping pengalaman berkompetisi dan mendapatkan bantuan pendanaan senilai hampir Rp200 juta, semua tim yang berpartisipasi mendapat hadiah berharga yakni kesempatan untuk berkolaborasi dalam bertukar gagasan dengan pelaku usaha sosial lainnya.

David Pong (26 tahun), Presiden Direktur WateROAM mengatakan, melalui program SIF mereka dapat bergabung dalam jaringan global para ‘Changemakers’ yang memiliki semangat yang sama untuk mengubah dunia dengan gagasan sosial.

“Gagasan menjadi wirausahawan sosial dapat memang terkadang terasa berat, namun jaringan kuat program YSE dan metode pembinaannya yang bagus, membantu kami selangkah lebih maju dalam mewujudkan mimpi kami dalam menyediakan air bersih ke masyarakat dunia yang membutuhkan,” tuturnya.

Program YSE menginspirasi, melengkapi, dan memberdayakan generasi muda dari berbagai latar untuk memecahkan tantangan dan lintas batas negara untuk memajukan kewirausahaan sosial.

“Dari program yang sudah dijalankan enam tahun belakangan, kami sangat tersentuh menyaksikan generasi muda dari seluruh dunia membangun hubungan baik yang didapatkan dari kesamaan semangat untuk perubahan sosial, “ kata Direktur Eksekutif SIF Jean Tan.

Via Bisnis.com

Andai Bung Hatta Ada Disini

 

Surat Untuk Bung Hatta

Andai Bung Hatta Ada Disini

14 Maret 1980 Tuhan memanggil mu bung Hatta, Tuhan ingin memelukmu lebih dekat. Bapak proklamator yang telah banyak berjasa bagi bangsa Indonesia. Yang dari tangan dan keringatmu lahir harapan-harapan yang indah bagi bangsa.

Masih jelas di benak, pertama aku mengenal bung Hatta adalah sebagai salah satu pendiri bangsa bersama Ir. Soekarno, namun seiring berjalannya waktu aku lebih banyak mengenalmu sebagai bapak koperasi. Memperhatikan mekanisme kerja koperasi yang memiliki semangat gotong royong dan kekeluargaan sudah menjadi dasar ekonomi yang sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia.

Biasanya aku menemukan banyak sekali koperasi-koperasi di pedesaan, kini bangunan itu hanya tersisa puing-puingnya saja. Jika bangunan itu masih gagah, tak jarang didapati hanya papan tulis dengan ruangan yang berdebu. Di desa ku seperti itu bung, rakyatmu sudah tidak lagi menghidupkan napas-napas koperasi. Padahal dulu waktu usia ku 10 tahun, warga desa masih berbondong-bondong meramaikan bangunan itu, ada penjaganya yang siap sedia di meja paling depan koperasi.

Aku tidak tahu apa reaksimu jika tahu bahwa Indonesia kini sudah jauh meninggalkan azaz koperasi, kapitalisme merajalela bahkan jiwa pancasila sudah banyak tercecer habis-habisan. Terpukau dengan iming-iming berlian yang sebenarnya adalah semu.

Jangankan koperasi, pancasila pun semangatnya kini sudah mulai pudar. Sekitar tahun 2013 dalam acara stasiun televisi seorang anggota DPR tidak hafal pancasila, mungkin saja ia tidak melewati jenjang Sekolah Dasar. Sesungguhnya sebagai anak bangsa, aku merasa malu mengakuinya. Namun, inilah yang terjadi, sesuatu yang sudah tersistem sehingga ruang gerak menjadi tidak bebas. Ya bung Hatta, keadaan tidak akan begitu rumit andai engkau ada disini

Koperasi yang tidak hanya terbaik menurutmu dan sebagian orang namun aku sangat meyakini dan setuju pula dengan pendapatmu. Ini seharusnya seperti membangun komunitas-komunitas bisnis yang beranggotakan orang yang memiliki jiwa sosial dan kepedulian yang tinggi, bersama-sama membangun kerajaan bisnis yang tidak hanya dapat anggotanya sendiri yang merasakan namun juga lingkungan  disekitarnya.

Komunitas ini tidak lain adalah koperasi yang bisa saja kita menggunakan nama lain namun tetap berpegang pada azas koperasi, sehingga koperasi tidak hanya dapat menyentuh kalangan orang-orang tua tetapi bisa menjadi sahabat bagi kalangan muda.

Saat ini koperasi sepertinya lebih dikenal dengan organisasi untuk orang-orang tua dan tidak anak muda banget. Padahal dulu engkau membuat ini untuk dapat menyentuh segala lapisan masyarakat.

Memang tidaklah mudah untuk membuat suatu sistem bila manusia yang satu dengan manusia yang lainnya sangatlah apatis dan hanya memikirkan kepentingannya sendiri. Bahkan sering sekali mereka tidak memikirkan keselamatannya sendiri. Padahal tagline dari koperasi adalah soko guru perekonomian yang ini dapat diartikan sebagai penggerak perekonomian negara.

Saya sedang membayangkan Bung, jika semua sendi kehidupan menerapkan koperasi kepada para pengusaha-pengusaha yang mau untuk bergerak peduli secara nyata, tentu Indonesia akan semakin kuat. Tidak seperti dewasa ini yang bangga dengan produk-produk impor, menganggap bahwa produk dalam negeri tidak memiliki kualitas sebaik kualitas yang dibuat oleh luar negeri. Karena tanpa pernah sadar bahwa produk-produk kita telah banyak dikonsumsi di negera-negara lain.

Keberanian harus ditumbuhkan bersama, meskipun pemimpin bangsa dan para petinggi dengan gayanya seolah mempertegas bahwa azaz koperasi sudah  ketinggalan zaman. Mari kita patahkan sikap mereka !

Anak-anak bangsa kini lupa bung, darimana berasal, dari apa kenyamanan dan keamanan saat ini dapat tercipta. Bukan dengan bersyukur dan berkontribusi malah memperkaya diri sendiri tanpa melihat apa yang berada disekelilingnya, padahal itu begitu dekat.

Yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin, sehingga akhirnya bukan saja susah memiliki tempat tinggal namun juga sulit untuk dapat makan dan bertahan dari ancaman kematian setiap harinya

Gaya hidup yang cenderung kebarat-baratan membuat gaya hidup masyakat menjadi tinggi, dengan gaya hidup konsumtif dijadikan sebagai gaya hidup diri.

Engkau pasti tertawa bung, dimana orang yang bergaji minimum regional bergaya hidup bak artis Hollywood. Tak peduli dengan keuangan yang sebenarnya, gengsi hidup yang lebih diutamakan. Terlebih lagi apapun yang dilakukan kadang tidak sesuai dengan kemampuan diri, cenderung memaksakan.

Aku takut, sebagian dari kami telah lupa bahwa kebersahajaan yang paling utama diatas segalanya. Sama juga seperti raga yang batinnya kosong, begitu hampa lalu sebagian dari kita bertanya dalam diri,

“Apa yang sebenarnya saya cari dalam hidup ?Tidak kah saya sudah memiliki apapun yang saya mau, namun mengapa saya terus bertanya apa yang sebenarnya saya  cari?” Pertanyaan-pertanyaan diatas terus mengganggu dalam pikiran bagi banyak orang.

Sebenarnya yang kita perlukan adalah kepedulian kepada sesama, dampak yang kita berikan kepada orang lain akan otomatis memberikan dampak yang baik untuk diri kita sendiri.

Jika membicarakan tentang gaya hidup dan ekonomi tentu Bung Hatta adalah tokoh yang banyak memberikan pengaruh kepada Indonesia. Mengingat cerita-ceritamu luar biasa .  Bisakah kami mengikuti jejak langkahmu? Tumbuh menjadi seorang yang sangat bersahaja, setinggi apapun jabatan yang diraih dan sebanyak apapun harta yang dimilliki. Sungguh tidak ada yang lebih romantis daripada apa yang telah engkau lakukan.

Rasanya jika dirimu ada disini, semua tidak akan seperti ini. Seperti layaknya kebun yang tandus yang tidak ada air, seperti kering kerontang tanpa dialiri oleh air yang segar dan tanpa adanya pengairan yang sejauh mata memandang begitu sejuk di mata.

Tiba-tiba Aku teringat dengan kisahmu lewat cerita ajudanmu bahwa pada tahun 1970 engkau yang saat itu bukan lagi menjabat sebagai wakil presiden beserta rombongan berkunjung ke Irian Jaya papua, tempat dimana dirimu pernah diasingkan .

Saat itu utusan dari negara memberikanmu uang saku perjalanan selama di Irian Jaya, namun engkau menolak dan berkata itu adalah uang milik rakyat, meskipun sudah berkali-kali diberitahukan bahwa uang saku perjalanan memang sudah menjadi tanggungan negara sehingga sudah dianggarkan. Bung Hatta Bung Hatta, dirimu tetap bersikeras menolak dengan alasan itu adalah uang rakyat dan harus dikembalikan kepada rakyat.

Setelah berkunjung, lantas uang yang semula untuk biaya perjalanan dengan rombongan, kemudian diberikan kepada pemuka masyarakat setempat untuk kesejahteraan mereka “ini uang yang berasal dari rakyat dan sudah kembali ke tangan rakyat”

Kadang aku sulit memahami betapa aku mengagumi mu, bung.

Kalau aku boleh jujur, engkau adalah salah satu idola setelah nabi Muhammad SAW. Semakin banyak aku mencari tahu semua tentangmu semakin aku merasa, kemana saja aku dahulu belum bisa lebih dekat denganmu. Problem lagi yang terjadi bahwa kita belum banyak tahu tentang pahlawan-pahlawan dan tokoh yang seharusnya menjadi panutan hidup kita.

Yang namanya remaja dan pemuda, tentu masih minim pengetahuan dan masih butuh sosok yang dapat diteladani. Meskipun kau tidak lagi bersama kami disini namun kami yakin apa yang kau lakukan adalah sesuatu yang dapat memberikan pencerahan bagi kami yang masih muda ini untuk terus berkarya nyata.

Andai kau ada disini, akan semakin banyak lagi anak muda yang memiliki semangat luar biasa sepertimu.

 

Selamat Ulang Tahun, Ayah

Selamat ulang tahun ayah, 12 April 2015.

Sosok seorang ayah adalah sosok yang dijadikan panutan dalam keluarga. Membawa bahtera keluarga menuju kebahagiaan bersama-sama dunia dan akhirat.

Ayah saya adalah seorang Pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang sudah memiliki 4 orang cucu yang lucu-lucu dan cerdas-cerdas. 3 dari Aa Dedi dan 1 dari Aa Dani. (Aa adalah sebutan kakak laki-laki dalam bahasa sunda)

Saya banyak belajar dari beliau, beliau adalah sosok kepala rumah tangga yang sangat luar biasa. Beliau dan mamah adalah guru pertama saya dalam hidup ini, mengajarkan arti kehidupan dan memberikan banyak kebahagiaan.

Like father like son.

Tentu juga like daughter dong. saya dibesarkan dari ayah yang luar biasa, jadi jangan heran apabila sebagai seorang anak perempuan saya  sudah terbiasa dengan yang namanya “kerja keras”. Bagi saya, kerja keras adalah sesuatu yang sangat penting, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas juga. Namun tanpa kerja keras, sebuah ide-ide brilian tak akan pernah menjadi kenyataan dan hanya ada dalam angan-angan saja.

Ayah saya pernah perpesan sesusah apapun saya menjalani hidup, saya harus tetap bersyukur karena ayah saya untuk berangkat ke sekolah harus berjalan puluhan kilometer dengan perjalanan selama 2 jam, berangkat jam 5 sampai di sekolah jam 7. Rutinitas tersebut dilakukan semenjak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Begitu pun yang kulihat, ayah tak pernah bisa diam selalu saja ada yang dikerjakan.Ayah bilang kalau diam saja malah sakit nantinya.  Saya tak pernah melihat satu kali pun beliau mengeluh, ketika mukanya kelelahan malah bercerita kalau beliau sangat menikmati kegiatan-kegiatannya itu.

Sebagai seorang kepala rumah tangga, ayah saya sangatlah berwibawa setiap perkataannya selalu dapat saya terima dengan baik, cara mendidik yang luar biasa menjadikan anak-anaknya tumbuh mandiri, masing-masing sudah memiliki rumah dan kendaraan pribadi.

Inilah suratku untuk ayah…

 

Ayahku, selamat ulang tahun semoga Allah memberikan kesehatan bagimu, selalu melindungi dan menjagamu. Semoga dimudahkan rezeki, kehidupan yang barokah dan panjang umur.

Kami terus berusaha untuk selalu membahagiakanmu karena sebanyak apapun kami memberi tak akan mampu menyamai apalagi melebihi apa yang telah engkau lakukan untuk kami selama ini. Pengorbananmu, perjuanganmu, setiap tetes keringatmu.

aku tahu yah, meskipun mamah yang setiap malam meneleponku, aku tahu persis dirimu berada disebelah mamah dan menyampaikan apa yang dirimu ingin katakan lewat mamah.

Pernah suatu malam, aku di kosan dan mendengar suaramu ditelepon berbisik pada mamah, “bilang mah jangan lupa makan” “Bilang mah, jangan pulang malam-malam kalau bawa kendaran” “ jangan lupa doa, sholat”

Meskipun ayah terkesan tidak banyak memberi nasihat dan mengingatkan setiap harinya seperti mamah namun aku sadar bahwa yang sering mengingatkan mamah untuk meneleponku adalah ayah.

Dalam diam ayah, ternyata memilik banyak sekali rencana-rencana baik untuk kami, anak-anakmu.

Ayah ingin selalu melindungi putri kecilnya, meskipun aku sudah berusia 20 tahun namun bagimu aku tetap putri kecilmu.

Inilah cinta yang sesungguhnya, meskipun jarak memisahkan antara kita dan hanya bisa bertemu satu bulan sekali namun hadirmu selalu ada di hati ku, ayah.”

Depok – Subang

Terima kasih ayah atas semua yang telah engkau berikan kepada kami, anak-anakmu ini.

Dari kami anak-anak yang mencintaimu,

Syepti, Dani, Dedi