Selamat Ulang Tahun, Ayah

Selamat ulang tahun ayah, 12 April 2015.

Sosok seorang ayah adalah sosok yang dijadikan panutan dalam keluarga. Membawa bahtera keluarga menuju kebahagiaan bersama-sama dunia dan akhirat.

Ayah saya adalah seorang Pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang sudah memiliki 4 orang cucu yang lucu-lucu dan cerdas-cerdas. 3 dari Aa Dedi dan 1 dari Aa Dani. (Aa adalah sebutan kakak laki-laki dalam bahasa sunda)

Saya banyak belajar dari beliau, beliau adalah sosok kepala rumah tangga yang sangat luar biasa. Beliau dan mamah adalah guru pertama saya dalam hidup ini, mengajarkan arti kehidupan dan memberikan banyak kebahagiaan.

Like father like son.

Tentu juga like daughter dong. saya dibesarkan dari ayah yang luar biasa, jadi jangan heran apabila sebagai seorang anak perempuan saya  sudah terbiasa dengan yang namanya “kerja keras”. Bagi saya, kerja keras adalah sesuatu yang sangat penting, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas juga. Namun tanpa kerja keras, sebuah ide-ide brilian tak akan pernah menjadi kenyataan dan hanya ada dalam angan-angan saja.

Ayah saya pernah perpesan sesusah apapun saya menjalani hidup, saya harus tetap bersyukur karena ayah saya untuk berangkat ke sekolah harus berjalan puluhan kilometer dengan perjalanan selama 2 jam, berangkat jam 5 sampai di sekolah jam 7. Rutinitas tersebut dilakukan semenjak sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Begitu pun yang kulihat, ayah tak pernah bisa diam selalu saja ada yang dikerjakan.Ayah bilang kalau diam saja malah sakit nantinya.  Saya tak pernah melihat satu kali pun beliau mengeluh, ketika mukanya kelelahan malah bercerita kalau beliau sangat menikmati kegiatan-kegiatannya itu.

Sebagai seorang kepala rumah tangga, ayah saya sangatlah berwibawa setiap perkataannya selalu dapat saya terima dengan baik, cara mendidik yang luar biasa menjadikan anak-anaknya tumbuh mandiri, masing-masing sudah memiliki rumah dan kendaraan pribadi.

Inilah suratku untuk ayah…

 

Ayahku, selamat ulang tahun semoga Allah memberikan kesehatan bagimu, selalu melindungi dan menjagamu. Semoga dimudahkan rezeki, kehidupan yang barokah dan panjang umur.

Kami terus berusaha untuk selalu membahagiakanmu karena sebanyak apapun kami memberi tak akan mampu menyamai apalagi melebihi apa yang telah engkau lakukan untuk kami selama ini. Pengorbananmu, perjuanganmu, setiap tetes keringatmu.

aku tahu yah, meskipun mamah yang setiap malam meneleponku, aku tahu persis dirimu berada disebelah mamah dan menyampaikan apa yang dirimu ingin katakan lewat mamah.

Pernah suatu malam, aku di kosan dan mendengar suaramu ditelepon berbisik pada mamah, “bilang mah jangan lupa makan” “Bilang mah, jangan pulang malam-malam kalau bawa kendaran” “ jangan lupa doa, sholat”

Meskipun ayah terkesan tidak banyak memberi nasihat dan mengingatkan setiap harinya seperti mamah namun aku sadar bahwa yang sering mengingatkan mamah untuk meneleponku adalah ayah.

Dalam diam ayah, ternyata memilik banyak sekali rencana-rencana baik untuk kami, anak-anakmu.

Ayah ingin selalu melindungi putri kecilnya, meskipun aku sudah berusia 20 tahun namun bagimu aku tetap putri kecilmu.

Inilah cinta yang sesungguhnya, meskipun jarak memisahkan antara kita dan hanya bisa bertemu satu bulan sekali namun hadirmu selalu ada di hati ku, ayah.”

Depok – Subang

Terima kasih ayah atas semua yang telah engkau berikan kepada kami, anak-anakmu ini.

Dari kami anak-anak yang mencintaimu,

Syepti, Dani, Dedi